Rabu, 15 Juni 2016

Trip to Bali. Part 1 : Persiapan

1st word is Bali. Siapa sih yang ga tau Bali? Salah satu provinsi Indonesia yg sudah jadi destinasi wisata dunia. Banyak turis mancanegara ataupun lokal, mulai dari orang yg 'biasa saja', pejabat, konglomerat, bahkan sampai artis sekaliber Hollywood pernah berkunjung ke Bali.

Eeit, bukan berarti saya ga pernah ke Bali looh ya?! Pernah sihh tahun 2014 ke Bali, itupun ikutan Tour Tahunan dari kantor. Whatever, yg penting ke Bali meskipun bukan liburan sendiri.

Berhubung suami kepengen ke Bali (now, it's his first time) jadi ceritanya pengen Touring (naik sepeda motor) rame2 bareng teman2nya. Ceritax sih cuma lelaki semua, nah kita2 para wanita (istri) ga boleh ikutan (walah!! Padahal udah ngeluarin jurus seribu rayuan ke suami, tetep aja ga boleh ikutan) Dan mereka para lelaki udah deal mau berangkat tanggal 4 April 2016.

Entah kenapa, semakin dekat hari- H yang KONON katanya bulan April identik dengan April Mop itu berubah jadi April Mop beneran buat suami. Gimana gak, lah wong satu persatu teman2 suami mulai mundur teratur. Ckckckck... Kasian deh itu suami, padahal udah kepengen banget pergi ke Bali.

Saya yang ga tega liat suami yg sdikit bersedih (meskipun ga ditampakkan tapi insting istri kan tajam, tau aja klo sbenernya ni suami lagi kecewa ga jadi ke Bali) mencoba menghibur pluss ngerayu juga sih sebenernya bwt pergi ke Bali berdua sama saya (secara, gue jg pengen kesana keless). Haaa! Setelah berhari - hari merayu, suamipun oke alias mau pergi ke Bali berdua sama saya dan deal berangkat tanggal 6 Juni 2016 (pas banget dengan hari pertama Cuti tahunan saya) dan kembali tanggal 9 Juni 2016

Saya mulai browsing tiket pesawat ke Bali pake aplikasi trav*l*k*. Ada sih maskapai yang menawarkan tiket dari Surabaya ke Bali cuma harga 180ribu per tiket. Murah kan? Tapi pas nawarin suami dengan tegas dia bilang 'gak' alasannya, 'kita ke Bali naik motor aja yank!'. Ga habis akal, browsing tiket kereta api Surabaya - Bali (emang ada?? Ada dong! Keretanya cuma sampai stasiun Banyuwangi, selanjutnya kita akan dijemput sama Bus Damri, tinggal ntar mau turun di Terminal Mengwi atau Terminal Ubung. Cost untuk Bus udah gratis, karena sudah satu harga dengan tiket kereta api yang waktu itu harganya cuma 180ribu). Daaannn jawaban suami tetep sama, 'ga yank! Kita tetap berangkat pakai motor, ntar box nya dipasang'. Okelahh suami sayang, kalau itu maumu kita naik motor sajaahh 😁.

Setelah berdiskusi panjang lebar soal itinerary alias rencana perjalanan, kita bagi tugas. Suami bagian joki kendaraan (pokoknya urusan perjalanan dan motor) sementara saya bagian penginapan dan cost. Syarat suami saya sih simple,
1. Kalau cari penginapan cari aja yg murah, yang penting nyaman dan bersih. Toh cuma jadi tempat taruh baju sama tidur, kan di Bali tujuannya jalan2, bukan tidur sepanjang hari di penginapan.
2. Jangan 'mbriwil' (rewel). Kalau masih 'mbriwil' = touring terakhir.

Dapat tugas cari penginapan, saya browsing ke mbah google yang ternyata 'kurang membantu'. Saya beralih ke aplikasi semacam ag*da ataupun tr*p adv*s*r yang ternyataa 'sangat membantu' untuk range hotel backpacker, meski suami mewanti - wanti untuk tidak reservasi, melainkan hanya mencari referensi. Oke deh Bos!

Rencana sudah matang, motor juga sudah siap perjalanan jauh, kuota internet juga udah di isi ulang (buat browsing map selama di jalan). Bismillah, kita berdua (solo touring) berangkat! 😁😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar