Kamis, 16 Juni 2016

Trip to Bali. Part 2: Bali, here we come!!

Esok sudah hari-H keberangkatan ke Bali. Sementara suami baru sampai kerumah Surabaya pukul 21.00 (suami otw dari Madiun, dan makan waktu sampai 5jam -yg biasax hanya 3,5jam- karena di daerah Krian macet total katanya). Setelah makan malam dan packing kiri-kanan, kami memutuskan untuk langsung tidurr saja dan oleh bantuan alarm Hp saya sukses bangun tepat pukul 01.30 WIB, tgl 06 Juni 2016 dini hari, sementara si suami masih saya biarkan tidur. Kasian, sudah otw dari Madiun dan harus jadi joki selama perjalanan.
Oya, sebenarnya di tanggal itu puasa Ramadhan hari pertama, tapi kami memutuskan ga ikut soalnya butuh tenaga untuk perjalanan sejauh itu alias 'musafir'.



Senin, 06 Juni 2016.
Pukul 03.05 WIB kami berdua memulai perjalanan setelah isi bensin full tank. 
Oya, perlu jadi catatan, saat sudah dekat dengan hari-H terjadi gangguan pada indikator bensin. Berhubung sparepartnya harus 'impor' dari Jakarta, saya dan suami sepakat untuk tidak mempermasalahkan hal tersebut, toh indikator yg lain (yg lebih penting) masih baik2 saja. Selama bensin selalu diisi penuh, rasanya tak masalah. Lagipula kita berdua udah paham kalau 'si kebo ireng' (nama motor kita, jenisnya sih nmp fi) ga butuh banyak minum untuk berakselerasi, alias irit! Hehehe...

Oke, lanjuuttt!!

Jalan santai dengan kecepatan brkisar antara 60 - 75km/jam, lalu lintas pun cenderung sepi, tapi udaranya brrrr dingiiiin apalagi menjelang pagi jam 4 - jam 5 pagi. Bener sih pakai jaket khusus biker yg windproof tapi kaki tetap saja dingin.


Jam 7 pagi kami sudah sampai di daerah Situbondo, di daerah dekat Wisata Bahari Pantai Pasir Putih. Ada warung persis di pinggir laut, kita berhenti disitu untuk sarapan karena waktu berangkat tadi kami berdua tidak makan makanan apapun.
Okeehhh, kami pesan 1ekor ikan goreng, 1 ekor ikan bakar, 2 nasi dan 2 es teh. Berhubung dekat laut, jadi ikan yang disajikan juga ikan laut. And you know what? It's Grouper Fish (ikan kerapu). Lumayan besar sih, sebesar telapak tangan orang dewasa.

                    View dari warungnya si ibu  

Perut udah kenyang saatnya membayar. Begitu saya tanya totalnya dengan santai si ibu yang jual bilang,
"88 ribu mbak. Ada tambahan kerupuk?"
Tobat! Mata saya sampe melotot saking kagetnya, tapi dengan santai juga si ibu ngasih notanya. Ya sudah lahh, udah dimakan juga meskipun dengan berat hati membayar harga segitu untuk menu yang menurut saya saat itu 'sepele'. Bahkan si suami yang tanya habis berapa saya jawab dengan selembar nota dari si ibu, dan dia ikutan melotot kaget.


Kami sampai di Pelabuhan AKAP Ketapang Banyuwangi skitar jam 09.30 WIB. Sebelum membeli tiket, sudah disediakaan form/blanko yang wajib diisi dan ditanda tangani oleh pengendara. PENTING, bawa ballpoint dari rumah jauh lebih efektif daripada harus nunggu antrian ballpoint yang telah tersedia.

Tiket masuk lumayan murah, 22ribu sudah termasuk motor dan 2 penumpang. Cuma antrinya yang kagak nahan, lama. Beruntung, saya dan suami bertemu rekan sesama biker, setidaknya ada kawan berbincang :)


                                 On board baby! Lets go..

Selama di atas kapal, si suami asyik ngobrol sama teman bikersnya. Supaya suasana cair saya berinisiatif untuk membelikan 'si mas rekan biker' Pocari Sweat dingin, yang ternyata beliau puasa. Ups! Maaf!
Si suami iseng nanya soal penginapan murah ke Bali sama 'si mas biker' dan dengan baik hati dia mencoba merekomendasikan ke kami penginapan milik temannya (bisa jadi saudaranya). Sebenarnya bukan penginapan, melainkan kost tapi boleh disewa per hari. Beliau menggambarkan klo penginapannya ini oke punya, fasilitas tv kabel, bentuknya juga bungalows serta tidak lupa full AC. Setelah saya memberikan no telpon, saya dan suami mohon diri duluan karena udah dekat pelabuhan Gilimanuk dan posisi motor yang terjepit.



Sepanjang perjalanan dari atas deck kapal ferry menuju motor yg di parkir di bawah, saya dan suami berdiskusi soal penginapan yang ditawarkan 'si mas biker'. Tapi akhirnya kami sepakat akan ke 'gang legendaris' (Poppies 1 dan Poppies 2) di Kuta dahulu. Berharap mendapat harga yg jauh lebih murah. Apabila penginapan di sepanjang gang tidak ada yang cocok, baru kami akan ke penginapan 'si mas biker'.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar